53 Kunci Sukses Dalam Kehidupan
DEFINISI SUKSES
1.Sukses dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.Sukses dalam perubahan dan kemajuan dirinya sendiri
3.Sukses dibandingkan dengan orang lain
KESUKSESAN HIDUP MANUSIA SANGAT DIPENGARUHI OLEH KUALITAS MANUSIA (KUALITAS DASAR DAN KUALITAS INSTRUMENTAL)
SENI TERDIRI DARI 3 JENIS YAITU ESTETIKA, KEINDAHAN, DAN CITA RASA. SENI ANTARA LAIN:
1. Seni musik
2. Seni suara
3. Seni tari
4. Seni kriya
5. Seni lukis
6. Seni yang lain?
BERIKUT DISAMPAIKAN LIMA PULUH TIGA (53) KUNCI SUKSES DALAM KEHIDUPAN MENURUT CATATAN PENGALAMAN SAYA PRIBADI DAN MENURUT SEBAGIAN PENGALAMAN ORANG LAIN YANG SAYA ANGGAP PENTING SAMPAI SAAT INI. JUMLAH 53 BUKANLAH ANGKA STATIS, PADA SAATNYA AKAN BERTAMBAH SESUAI DENGAN CATATAN PENGALAMAN SAYA YANG AKAN DATANG
1. Kehidupan di dunia ini ada yang menciptakan dan bukan kebetulan sehingga menyembah kepada Sang Pencipta itu sudah merupakan keharusan .
2. Kehidupan diciptakan olehNya serba berpasang-pasangan yang merupaakan sebab akibat dan oleh karenanya marilah kita membuat sebab yang baik agar akibatnya juga baik. Makna lain, kehidupan kita merupakan koleksi dari sejumlah tujuan yang ingin dicapai dinamakan sebab dan sejumlah upaya untuk mencapai tujuan tersebut merupakan akibat.
3. Apapun yang kita lakukan di dunia haruslah dipuji oleh Allah SWT dan bukannya dicela olehNya
4. Kehidupan diciptakan olehNya serba sistem dan jika manusia ingin menyentuh hakekat kebenaran seutuhnya segala yang ada dalam kehidupan ini tidak dapat lain kecuali mengenalinya hal-hal sampai pada sistemnya. Mengenali sistem ciptaanNya dilakukan dengan cara berpikir sistem. Sistem memiliki ciri yang utuh dan benar, dengan catatan utuh dan benar menurut Hukum-Hukum KetetapanNya
5. Karena yang ada hanyalah sistem ciptaanNya, maka sebenarnya manusia tidak berhak mendefinisi langsung sistem, seseorang perlu lebih dahulu menangkapnya dari apa sistem ciptaanNya dan kemudian mengungkapkannya
6. Karena kehidupan yang diciptakan olehNya serba sistem, maka apa yang kita upayakan di dunia ini seyogyanya menuju kearah sistem yang utuh dan benar dengan catatan utuh dan benar menurut Hukum-Hukum KetetapanNya
7. Hati kehidupan adalah kehidupan hati dan manakala hati sudah mati, disitu sudah tidak ada lagi kehidupan yang sejati. Hati yang baik berisi nilai-nilai dasar yang merupakan saripati kualitas batiniah atau rohaniah manusia. Oleh karena itu, kita harus kaya hati selain kaya materi. Jangan mendetotalisasi kehidupan hanya untuk materi dengan mengorbankan hati sehingga kita menjadi orang yang kaya materi tetapi miskin hati, dan ini dibenci oleh Illahi
8. Dengan kalimat yang serupa, hati pendidikan adalah pendidikan hati
9. Kita harus memiliki kelebihan kualitas dibanding orang lain dan berpacu dalam kebaikan agar dipuji oleh Allah SWT dan agar dapat memiliki pilihan-pilihan dalam kehidupan saat ini yaitu duniawi yaitu karir, pengaruh, penghasilan, prestise, dsb. maupun setelah saat ini yang disebut uhkrawi yaitu surga. Dengan kata lain, kita harus mampu mengerjakan pekerjaan yang orang lain tidak mampu mengerjakan agar kita memperoleh imbal jasa yang lebih besar dibanding orang lain
10. Hidup adalah pembelajaran sepanjang hayat
11. Hidup adalah keindahan citarasa dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan atau solidaritas
12. Uruslah dirimu dan rumah tanggamu sebaik-baiknya sebelum mengurus orang lain
13. Tanamkan pemikiran, kamu akan memanen tindakan; tanamkan tindakan, kamu akan memanen kebiasaan; tanamkan kebiasaan, kamu akan meraih karakter; dan tanamkan karakter, kamu akan mencapai tujuan
14. Setiap masalah saat ini diselesaikan akan selalu menjadi bibit-bibit permasalahan yang akan datang karena keterbatasan kemampuan manusia
15. Mulailah pekerjaan yang bersumber dari tujuan akhir yaitu surge dalam melakukan pekerjaan saat ini
16. Kenali jati dirimu dan gunakan potensimu semaksimal mungkin dan jangan putus asa. Pasrah itu haruslah dimaknai sebagai puncak ihtiar.
17. Kehidupan haruslah ke depan, tidak perlu terpukau dengan keberhasilan di masa lalu dan juga tidak perlu menyusahi kegagalan yang lalu karena semuanya sudah selesai dan telah menjadi sejarah
18. Marilah berpikir, bersikap dan bertindak secara proaktif dan jangan hanya aktif apalagi reaktif karena akan tertinggal oleh perubahan
19. Hidup janganlah setengah-setengah, itu tidak enak, harus tuntas
20. Kita harus bisa menerima kenyataan dalam kehidupan enak dan tidak enak dan lingkungan kita adalah netral, yang tidak netral adalah tanggapan kita terhadap lingkungan mau nikmat, marah, frustasi, dsb. sangat tergantung pada kita sendiri
21. Perbedaan itu harus direspeki, jangan dikonflikkan apalagi dibenturkan. Kita harus mampu memangkas egoisme diri kita seraya membangun kebersamaan. Punya musuh satu itu terlalu banyak dan punya kawan seribu itu terlalu sedikit
22. Dalam menjalankan kehidupan, lakukanlah secara ikhlas, cerdas, trengginas, tangkas, tuntas, ber-wawasan luas, dan hasilnya pantas serta selaras dengan perkembangan lingkungan lokal, nasional, regional dan internasional
23. Cara efektif untuk menemukan bagaimana kesuksesan itu dicapai adalah dengan mempelajari cara berpikir, bersikap dan bertindak para orang yang telah terbukti hebat pada apa yang mereka kerjakan. Ibu dan Bapak diharapkan melakukan hal tersebut
24. Kita harus rajin memikirkan sesuatu yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain dan jangan tertambat pada aksioma yang ada sehingga kita akan mampu menemukan hal-hal diluar yang sudah ada serta gunakanlah kecerdasan majemuk berupa intelektual, spiritual, moral, estetikal, dan kinestetikal agar buah pikirannya asli dan bukannya replikasi, baru dan bukannya meniru, memberi kontribusi dan bukannya membuat rugi
25. Hari esok harus lebih kreatif dari pada hari ini dan ikuti asas evolusi kreatif dalam gejala kehidupan.
26. Setiap akan bertindak, selalu bertanyalah pada dirimu sendiri Apakah ini benar dan bermoral atau baik?
27. Memiliki budaya yang berdaya preservatif melestarikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan berdaya progresif dengan cara mengembangkan nilai-nilai moderen yang sesuai dengan konteks Indonesia.
28. Berwawasan lokal, nasional, regional dan global di profesinya termasuk teknologi informasi dan komunikasi ICT , bahasa, dan budayanya
29. Kehidupan adalah perubahan sehingga jika seseorang tidak membuat perubahan berarti tidak ada kehidupan padanya. Jangan tertambat pada tradisi dan kebiasaan masa lalu. Oleh karena itu, lakukanlah perubahan sekecil apapun, baik peningkatan, pengem-bangan maupun perbaikan
30. Lakukan apa saja yang terbaik sesuai kata hati, jalan menuju ke puncak akan terbuka
31. Setiap orang memiliki kemampuan, akan tetapi banyak orang yang tidak tepat dalam mengelola kemampuannya
32. Kita harus cerdas yaitu selalu berpikir dari yang sudah ada dan keluar dari yang sudah ada atau yang belum ada, dari yang sekadar materiil ke yang imateriil agar kita kaya materi dan kaya hati, dari yang terhingga ke yang tak terhingga, dari yang terbatas ke yang tak terbatas, dari hal-hal yang dapat disentuh ke hal-hal yang tidak dapat disentuh, dari yang dapat diukur ke yang tidak dapat diukur, dan kita harus mencari makna dan tujuan hidup berdasarkan nilai-nilai kehidupan menurut Hukum-Hukum KetetapanNya
33. Bagi kita, lingkungan adalah netral, yang tidak netral adalah tanggapan kita terhadap lingkung-an
34. Kita harus selalu mencari makna dan tujuan hidup, mencari hal-hal diluar pengertian dan pengalaman manusia biasa, mencari hal-hal yang sukar dipahami, membangun perasaan kebersamaan, serta sadar bahwa hidup mengandung saling keterkaitan tidak steril satu sama lain.
35. Berpikir positif dan berkeyakinan positif merupakan modal dasar untuk menuju sukses
36. Hidup haruslah ada manfaat/gunanya dan oleh karena itu kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi umur panjang. Tetapi jika hidup sudah tidak ada gunanya, mohon dicabut saja nyawanya
37. Milikilah spirit hidup yang hebat, keinginan besar, kemauan keras untuk maju, jangan kerdil, dan insyaallah akan terbuka jalan menuju sukses
38. Membiasakan membaca 1-2 jam per hari pada bidang profesinya dan bacaan-bacaan lain yang terkait
39. Setiap orang harus mau dan mampu menghargai dirinya sendiri dan orang lain
40. Percaya diri merupakan modal dasar bagi kesuksesan seseorang dan ini dapat dibangun melalui penguasaan disiplin ilmu tertentu: ilmu lunak serta terapannya yaitu rekayasa sosial; ilmu keras serta terapannya yaitu teknologi; dan seni yang penuh keindahan citarasa
41. Melalui pendidikan yang terarah, kita dapat keluar dari belenggu kesengsaraan dalam hidup
42. Seseorang yang mau belajar dari praktek-praktek yang baik dan mau belajar dari kesalahan-kesalahannya serta mau melakukan perbaikan atas kesalahannya akan berkembang dan menjadi pelopor, promotor pembaruan atau perubahan.
43. Kehidupan memerlukan kecerdasan majemuk: daya pikir atau intelektual, daya qolbu yaitu spiritual, moral, estetikal, dan daya pisik atau kinestetikal.
44. Musuh itu bagaikan duri dalam daging sehingga punya musuh satu terlalu banyak dan punya kawan seribu terlalu sedikit
45. Penguasaan ilmu itu memiliki sifat alamiah untuk menjadi tua, layu dan kering, jika tidak dijaga, dipelihara, disiram, dibangun, dan dikembangkan
46. Jika kita memiliki kelebihan kualitas kecerdasan majemuk dibanding orang lain, maka kita akan menjadi pusat keunggulan dan pusat gravitasi bagi orang lain
47. Jika kita tidak memiliki kelebihan kualitas dibanding orang lain, maka kita tidak berhak memiliki pilihan-pilihan dalam kehidupan antara lain, karir, penghasilan, pengaruh, prestise, dan bahkan surga.
48. Kita lebih menyukai apa yang kita ketahui dari pada apa yang belum kita ketahui padahal apa yang belum kita ketahui akan membawa perubahan yaitu peningkatan, kemajuan, pengembangan.
49. Kita juga lebih menyukai kehidupan saat ini dari pada kehidupan setelah saat ini sehingga kita kurang memikirkan kehidupan di masa depan, akibatnya kita stagnan, tidak progresif dan bahkan regresif serta tidak menuju ke arah kehidupan jangka panjang
50. Kita lebih banyak belajar dari kesuksesan dari pada belajar dari kegagalan, padahal kegagalan dapat menceritakan lebih banyak tentang sebuah pembelajaran dari pada kesuksesan.
51. Semoga 53 kunci sukses di atas dapat menjadi informasi dan petunjuk bagi kita semua dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. (Mashuri H. Tahili)
*Diadopsi dari Tulisan dan Pengalaman Pribadi: Prof. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D, 2009.